Image of Istana jiwa : langkah perempuan di celah aniaya

Text

Istana jiwa : langkah perempuan di celah aniaya



TERJADINYA kudeta militer 1965 merupakan titik balik dalam sejarah Indonesia. Beberapa perwira progresif tapi kurang perhitungan menculik dan membunuh beberapa jendral angkatan darat. Meskipun pemimpin partai sangat sedikit yang terlibat, Soeharto menuduh PKI mendalangi kudeta ini. Sebuah kampanye massa diselenggarakan dengan menggunakan fitnah seksual di mana anggota organisasi perempuan Gerwani yang progresif, dituduh menyayat-nyayat dan mengebiri para jenderal sambil telanjang menarikan tarian harum bunga. Ratusan ribu perempuan sosialis dan laki-laki dibunuh atau dipenjarakan selama bertahun-tahun, bahkan tanpa proses hukum.

Novel ini menggambarkan suasana politik dan sosial pada bulan-bulan terakhir tahun 1965. Penu;os menggambarkan dengan jelas sketsa penderitaan orang-orang biasa yang tidak menyadari berlangsungnya sebuah genosida serta penantian yang panjang dari para isteri dan anaka-anak yang menunggu suami-suami dan ayah mereka yang tiba-tiba lenyap tanpa ada proses hukum atau mereka yang digiring untuk melakukan kerja paksa di Pulau Buru. Saat pulang ke rumah yang mereka tunggu-tunggu sejak lama malah berubah menjadi kekecewaan. Novel sejarah ini merupakan penghargaan untuk para perempuan, anak-anak dan laki-laki biasa yang hidup dirusak oleh kekacuan politik yang tidak mereka ketahui akan tetapi dengan dasyat mempengaruhi kehidupan mereka hingga saat ini.

Dr. Saskia E Wieringa,
Direktur Aletta, Institute for Women's History Amsterdam


Ketersediaan

BDT004462529899.2213 SUK iMy LibraryTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
899.2213 SUK i
Penerbit LKK - JAKER : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xviii, 323 hlm.; 18 x 11,5 cm
Bahasa
English
ISBN/ISSN
978971895095
Klasifikasi
899.2213
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Informasi Lainnya

Librarian
Salsabila

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya