Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Jantera Bianglala
Buku ketiga sekaligus babak penutup dari trilogi sastra legendaris Ronggeng Dukuh Paruk karya sastrawan Ahmad Tohari ini membawa klimaks perjalanan hidup yang tragis bagi Srintil dan pedukuhannya. Memasuki era pasca-golakan politik tahun 1965, Dukuh Paruk yang polos dan terisolasi luluh lantak akibat manipulasi politik aliran yang tidak pernah mereka pahami.
Srintil harus mendekam di kamp penahanan politik, kehilangan martabat, harta, dan hakikat kedudukannya sebagai seorang penari ronggeng yang dipuja. Sekeluarnya dari tahanan, luka batin dan kehancuran psikologis yang dialaminya semakin parah ketika upaya tulusnya untuk hidup normal sebagai wanita seutuhnya justru kembali dikhianati hingga merenggut kewarasannya. Di sisi lain, Rasus yang telah menjadi prajurit militer kembali untuk menyelamatkan pujaan hatinya dari jurang kehancuran. Jantera Bianglala menyajikan potret menyayat hati tentang korban ketidaktahuan sejarah, perputaran roda takdir yang kejam, serta sisa-sisa cinta yang bertahan di atas puing-puing tragedi kemanusiaan.
Ketersediaan
| BDTF000428 | TOH j 1 | My Library | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
TOH j 1
|
| Penerbit | PT Gramedia Jakarta : Jakarta., 1986 |
| Deskripsi Fisik |
234 hlm, ; 18 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
text
|
| Tipe Media |
unmediated
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
volume
|
| Edisi |
-
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Ahmad Tohari ; gambar sampul/cukilan kayu oleh Ipong Purnama Sidhi
|
Informasi Lainnya
| Librarian |
Salsabila
|
|---|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






