Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Saka Kampong Gergasi
Merefleksikan semangat realisme sosial gerakan sastra Angkatan Sasterawan '50 (ASAS 50) dengan semboyan "Seni untuk Masyarakat", novel ini berpusat pada benturan antara tradisi pedesaan dan arus modernisasi yang melanda sebuah komunitas desa terpencil bernama Kampung Gergasi. Melalui konflik perebutan hak milik dan tanah pusaka leluhur (saka), eksploitasi pembukaan hutan, serta dominasi pemodal perkotaan yang merongrong ketenteraman penduduk lokal, narasi menyingkap kegetiran rakyat jelata yang terjebak di antara kemiskinan materi dan pudarnya nilai-nilai kegotongroyongan. Karya ini hadir sebagai kritik sosial yang tajam terhadap ketamakan kapitalistik dan pengabaian nasib kaum tani/buruh desa pada masa transisi sosial-ekonomi pasca-Perang Dunia II di Tanah Melayu.
Ketersediaan
| BDTF001376 | MAL s 1 | My Library | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
MAL s 1
|
| Penerbit | Toko Buku Abbas Bandong : Melaka, Malaysia., 1950 |
| Deskripsi Fisik |
97 hlm.; 18 cm
|
| Bahasa |
Asing Lainnya/Other
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Wijaya Mala
|
Informasi Lainnya
| Librarian |
Salsabila
|
|---|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






