Image of Bukit Cahaya

Text

Bukit Cahaya



Mereka sudah tidak percaya pada kekuatan keindahan. Mereka jauh lebih percaya pada perhitungan logika—entah apa sebenarnya pemahaman mereka tentang logika. Mereka bahkan tidak bisa glenikan, ngobrol kosong, senda gurau atau canda antar sesama manusia, lantaran jauh dalam diri mereka hanya ada rasa curiga dan syak wasangka. Semua unsur kehidupan didasarkan pada untung-rugi secara sempit. Mereka lebih percaya pada skala penjualan. Mereka bukan lagi pengikut para nabi, meskipun dari mulut mereka membusa ayat-ayat Tuhan; mereka menyembah uang yang menurut mereka lebih nyata daripada Tuhan.

Dalam buku ini terdapat empat puluh cerita yang dikurasi untuk memperlihatkan bagaimana Yanusa Nugroho hadir sebagai penulis yang mampu mengulik banyak tema, banyak gaya. Melalui cerita-cerita keseharian, permenungan akan perilaku beragama, hingga simbolisasi mawar dan pewayangan, empat puluh cerita dalam Bukit Cahaya menukik perasaan dan mengajak sejenak bersua jeda.


Ketersediaan

BDTF001632NUG b 1My LibraryTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
NUG b
Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
x, 354 hlm.; ilus.; 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-134-360-4
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Informasi Lainnya

Librarian
Salsabila

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya